Penanganan Pertama Kekurangan Cairan Akibat Diare

 

Hampir semua orang pernah terkena diare, yakni mengalami berak lembek atau encer dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya. Penyebab diare sendiri bermacam – macam, bisa karena virus, bakteri, makanan yang merangsang atau tercemar, gangguan pencernaan, dan diare yang menyertai penyakit lainnya. Komplikasi yang paling sering timbul karena diare ini adalah dehidrasi atau kehilangan cairan. Dehidrasi ini tidak akan terlihat sampai kekurangan cairan mencapai 4 – 5% berat badan. Gejala dan tanda dehidrasi antara lain :

  1. Rasa haus, bibir dan mulut kering
  2. Menurunnya berat badan, tekanan darah turun, lemat otot
  3. Mata cekung, air mata tidak ada
  4. Ubun – ubun besar pada bayi menjadi cekung
  5. Produksi kencing berkurang, bahkan tak kencing
  6. Menurunnya kesadaran, mengantuk

Kekurangan cairan akibat diare

Bila kekurangan cairan mencapai 10% atau lebih, penderita jatuh ke dalam keadaan dehidrasi berat dan bila berlanjut dapat terjadi syok dan kematian.

Bila anggota keluarga kita sedang terkena diare dan terdapat tanda – tanda kekurangan cairan, ada baiknya kita tentukan terlebih dahulu derajat dehidrasinya :

Pemeriksaan

Derajat Dehidrasi

Tidak Dehidrasi

Dehidrasi Ringan – Sedang

Dehidrasi Bera

Keadaan umum Baik, sadar Gelisah Lesu, tidak sadar
Mata Normal Cekung Sangat cekung
Air mata Ada Tidak ada Tidak ada
Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering
Rasa haus Normal, tidak haus Kehausan, ingin minum banyak Malas minum atau tidak dapat minum

Setelah menentukan derajat dehidrasi, maka penanganan selanjutnya yang bisa kita lakukan di rumah yaitu :

Pada penderita tanpa dehidrasi

Berikan cairan (air tajin, larutan gula garam, oralit) sebanyak yang diinginkan hingga diare stop, sebagai petunjuk berikan setiap habis BAB

  1. Anak < 1 tahun  : 50 – 100 ml
  2. Anak 1 – 4 tahun : 100 – 200 ml
  3. Anak > 5 tahun  : 200 – 300 ml
  4. Dewasa             : 300 – 400 ml

Pemberian makan atau ASI bagi bayi tetap diteruskan

*Cara membuat larutan gula garam : 1 sendok teh gula + ¼ sendok teh garam dilarutkan dalam 1 gelas air biasa (200 ml).

*Air tajin adalah cairan putih yang diperoleh ketika kita memasak beras. Air tajin ini mengandung partikel beras, glukosa, magnesium, kalsium, dan protein. Glukosa yang terkandung dalam air tajin dapat membantu penyerapan elektrolit yang hilang karena diare. Selain itu, kandungan poliglukosa dalam air tajin juga dapat memadatkan feses sehingga meminimalisir cairan yang keluar ketika diare. Air tajin ini tidak bisa disimpan lama, paling lama adalah 24 jam.

Pada penderita dengan dehidrasi ringan – sedang

  1. Oralit diberikan 75 ml/kgBB dalam 3 jam
  2. Jika anak muntah (karena pemberian cairan terlalu cepat), tunggu 5 – 10 menit lalu ulangi lagi dengan pemberian lebih lambat (1 sendok setiap 2-3 menit)

Pada penderita dengan dehidrasi berat

Sebaiknya segera dibawa ke sarana kesehatan terdekat untuk memperoleh pertolongan pertama gawat darurat.

Dengan mengenal dan mengetahui tanda – tanda kehilangan cairan akibat diare, diharapkan masyarakat bisa melakukan terapi penggantian cairan sendiri di rumah  secara tepat sesuai dengan derajat dehidrasinya. Untuk penderita yang mengalami dehidrasi berat ataupun dehidrasi sedang dan tidak menunjukkan perbaikan setelah direhidrasi, sangat dianjurkan untuk dibawa ke sarana kesehatan terdekat untuk dilakukan tindakan penanganan lebih lanjut.

————- —————– —————– —————
Penulis Artikel: dr. Shelvy Florence Gousario
Artikel ini dikirim melalui Form kirim artikel
————- —————– —————– —————